Friday, 21 August 2026 — GPH Sparta menggelar GPH Sparta Leadership Development Session, sebuah agenda penguatan kepemimpinan yang mempertemukan seluruh pengurus dan anggota GPH Sparta bersama jajaran pembina dan pimpinan sekolah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ust. Syarif Hidayatullah, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah sekaligus pembicara utama, Ust. Badrus Sholeh, M.Pd.I. selaku Waka Kesiswaan dan Pembina 1 GPH Sparta, serta Ust. Alfan Sujefri, M.Pd. selaku Pembina 2 GPH Sparta. Seluruh pengurus organisasi dan anggota GPH Sparta turut hadir dalam sesi tersebut.
Being Smart Is Not Enough, You Need Resilience
Dalam penyampaiannya, Ust. Syarif Hidayatullah menekankan bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk membawa seseorang menjadi seorang pemimpin.
“Being smart is not enough, you need resilience.”
Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam sesi pengembangan kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kemampuan berpikir dan pengetahuan, tetapi juga ketangguhan untuk menghadapi tekanan, kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, serta konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.
Bagi para pengurus GPH Sparta, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan dalam organisasi tidak selalu berjalan mudah. Akan ada tantangan, perbedaan pendapat, kesalahan, dan situasi yang membutuhkan keberanian untuk tetap bertahan serta mencari solusi.
Menguatkan Jati Diri GPH Sparta
Selain pengembangan karakter kepemimpinan, sesi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali keanggotaan dan jati diri GPH Sparta.
Para anggota diajak untuk memahami kembali bahwa menjadi bagian dari GPH bukan sekadar memiliki posisi atau menjalankan tugas organisasi. Setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai dan nama baik GPH melalui sikap, tindakan, serta kontribusi nyata di lingkungan sekolah.
GPH Sparta diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang aktif dalam menjalankan berbagai program, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter bagi para anggotanya.
Sebab setiap pengalaman dalam organisasi merupakan bagian dari proses untuk belajar bertumbuh, melayani, dan memimpin.
Ready to Lead, Ready to Be Led
Semangat tersebut selaras dengan nilai kepemimpinan yang ingin dibangun dalam GPH Sparta: Ready to Lead, Ready to Be Led.
Menjadi pemimpin berarti siap mengambil tanggung jawab. Namun, menjadi pemimpin juga berarti siap mendengar, menerima arahan, bekerja dalam tim, dan belajar dari orang lain.
Melalui GPH Sparta Leadership Development Session, para pengurus dan anggota diingatkan bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling hebat, melainkan tentang menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, mau belajar, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Sesi ini menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan GPH Sparta untuk terus bertumbuh sebagai organisasi yang tidak hanya menghasilkan kegiatan, tetapi juga membentuk generasi pemimpin yang berkarakter.
Be smart. Be resilient. Be ready to lead.









